Pernahkah kita berfikir untuk menjadi hal yang utama
dalam peran hidup yang kita jalani
ingin menjadikan kehadiran kita sebagai suatu yang penting
atau bisa dikatakan orang yang slalu update,eksis dll
Oh..tidak kawan,Hilangkan dan buang jauh2 berfikir seperti itu
karna itu hanya menjadikan kita pecundang yg ingin dihargai
tapi kadang kita sendiri tak pernah merasa org lain itu sesuatu yg berharga
ingin dibutuhkan tapi kita merasa tidak membutuhkan mereka
cobalah bercermin dari sudut yg berbeda
ketika kita menyadari bahwa didunia ini tak ada yang sempurna
semua saling membutuhkan karna semua bermakna
semua saling melengkapi karna semua berarti
jika mereka berfikir bahwa kita ini sangat berarti
maka,berfikirlah bahwa mereka pun sangat berarti
coba sejenak kita melihat pribadi panglima perang islam yg tak terkalahkan ini
ya.. Kholid Bin Walid Ra namanya
panglima perang yg disegani oleh lawan dan kawan
panglima perang yang sangat dibanggakan oleh Rasulullah dan Abu Bakar
namun,itu semua berakhir ditangan kepemimpinan Umar Bin Khatab Ra
ketika Kholid menjadi sosok yang diagung2 kan oleh prajurinya
pernah suatu ketika beliau ditanya "Hi..Kholid karnamulah Islam bisa seperti ini"
namun Kholid berkata "bukan.. tapi karna islamlah aku bisa seperti ini"
lalu ditanya lagi oleh salah 1 sahabatnya "apakah kamu masih mau berperang setelah engkau tidak lagi menjadi panglima perang ini"
Kholid tersenyum dan berkata "Aku berjuang karna Allah bukan karna umar"
adalkah panglima perang yang lebih mulia dari dia?
dan ingatkah kita akan pidato Abu Bakar Ra ketika diangkat menjadi Kholifah pertama?
dengan rendah hati beliau berkata "Wahai Tuan2.. Aku bukanlah yang terbaik diantara Tuan2,maka dari itu bantuah aku.. barang siapa yang melihatku telah berbuat salah maka tegurlah aku, dan barangsiapa yang melihatku dalam kebenaran maka bantulah aku, yang kuat diantara kalian akan menjadi lemah dihadapanku karna keadilan allah sehingga mereka tidak lagi berbuat aniaya terhadap orang lain, dan yang lemah akan menjadi kuat dihadapanku karna keadilan allah sehingga hak2nya telah terpenuhi, Insya Allah"
inilah 2 kisah diantara contoh tauladan yang ada
mereka tak pernah berfikir bahwa mereka lebih berarti dibandingkan yang lain
semua berarti meskipun tak pernah terlihat
semua bermakna meskipun tak memiliki makna yang besar
jangan pernah meremehkan dan merendahkan sesuatu yang kecil
Mobil mewahpun tak berarti tanpa sebuah pentil
Istana yang megah tak terlihat indah tanpa pelayan2 kecil yang membersihkannya
hilangkan egomu,lupakanlah baju2mu
jika kau fikir baju adalah kehormatanmu,maka ia akan cepat usang dan sobek
jika kau fikir dirimu adalah kehormatanmu,maka ia akan kekal selamanya
seseorang tak menjadi rendah karna berlaku bersahaja
seseorang tidak menjadi mulia karna kesombongannya
seseorang tidak menjadi besar karna mengucilkan orang lain
seseorang tidak menjadi kecil karna menghargai yang kecil
jadilah manusia yang besar bukan manusia besar berjiwa kerdil
jadilah manusia yang mulia bukan manusia mulia bermuka penjilat
jadilah manusia terhormat bukan manusia yang gila hormat
tersenyumlah maka dunia akan tersenyum kepadamu
dalam peran hidup yang kita jalani
ingin menjadikan kehadiran kita sebagai suatu yang penting
atau bisa dikatakan orang yang slalu update,eksis dll
Oh..tidak kawan,Hilangkan dan buang jauh2 berfikir seperti itu
karna itu hanya menjadikan kita pecundang yg ingin dihargai
tapi kadang kita sendiri tak pernah merasa org lain itu sesuatu yg berharga
ingin dibutuhkan tapi kita merasa tidak membutuhkan mereka
cobalah bercermin dari sudut yg berbeda
ketika kita menyadari bahwa didunia ini tak ada yang sempurna
semua saling membutuhkan karna semua bermakna
semua saling melengkapi karna semua berarti
jika mereka berfikir bahwa kita ini sangat berarti
maka,berfikirlah bahwa mereka pun sangat berarti
coba sejenak kita melihat pribadi panglima perang islam yg tak terkalahkan ini
ya.. Kholid Bin Walid Ra namanya
panglima perang yg disegani oleh lawan dan kawan
panglima perang yang sangat dibanggakan oleh Rasulullah dan Abu Bakar
namun,itu semua berakhir ditangan kepemimpinan Umar Bin Khatab Ra
ketika Kholid menjadi sosok yang diagung2 kan oleh prajurinya
pernah suatu ketika beliau ditanya "Hi..Kholid karnamulah Islam bisa seperti ini"
namun Kholid berkata "bukan.. tapi karna islamlah aku bisa seperti ini"
lalu ditanya lagi oleh salah 1 sahabatnya "apakah kamu masih mau berperang setelah engkau tidak lagi menjadi panglima perang ini"
Kholid tersenyum dan berkata "Aku berjuang karna Allah bukan karna umar"
adalkah panglima perang yang lebih mulia dari dia?
dan ingatkah kita akan pidato Abu Bakar Ra ketika diangkat menjadi Kholifah pertama?
dengan rendah hati beliau berkata "Wahai Tuan2.. Aku bukanlah yang terbaik diantara Tuan2,maka dari itu bantuah aku.. barang siapa yang melihatku telah berbuat salah maka tegurlah aku, dan barangsiapa yang melihatku dalam kebenaran maka bantulah aku, yang kuat diantara kalian akan menjadi lemah dihadapanku karna keadilan allah sehingga mereka tidak lagi berbuat aniaya terhadap orang lain, dan yang lemah akan menjadi kuat dihadapanku karna keadilan allah sehingga hak2nya telah terpenuhi, Insya Allah"
inilah 2 kisah diantara contoh tauladan yang ada
mereka tak pernah berfikir bahwa mereka lebih berarti dibandingkan yang lain
semua berarti meskipun tak pernah terlihat
semua bermakna meskipun tak memiliki makna yang besar
jangan pernah meremehkan dan merendahkan sesuatu yang kecil
Mobil mewahpun tak berarti tanpa sebuah pentil
Istana yang megah tak terlihat indah tanpa pelayan2 kecil yang membersihkannya
hilangkan egomu,lupakanlah baju2mu
jika kau fikir baju adalah kehormatanmu,maka ia akan cepat usang dan sobek
jika kau fikir dirimu adalah kehormatanmu,maka ia akan kekal selamanya
seseorang tak menjadi rendah karna berlaku bersahaja
seseorang tidak menjadi mulia karna kesombongannya
seseorang tidak menjadi besar karna mengucilkan orang lain
seseorang tidak menjadi kecil karna menghargai yang kecil
jadilah manusia yang besar bukan manusia besar berjiwa kerdil
jadilah manusia yang mulia bukan manusia mulia bermuka penjilat
jadilah manusia terhormat bukan manusia yang gila hormat
tersenyumlah maka dunia akan tersenyum kepadamu
Tidak ada komentar:
Posting Komentar