“Berhentilah mencaci maki kegelapan
Lebih baik ,kau nyalakan secercah cahaya bagi mereka yang kegelapan”
Tebarkanlah iman dengan cinta
Gubahlah dunia dengan prestasi
Jadikan hidupmu penuh arti
Seltelah itu bolehlah kau ber siap untuk mati
Kalau kelak dating hari perjumpaan maka basahkanlah dirimu
Dengan ucapan kalimat
Innalillahiwainalilahi rodjiunTeruntuk :
Sang malaikat kecilku
Sebelumnya aku ingin mengatakan maafkan aku sebelumnya karena aku begitu lancang akan hal ini.
Yang jelas aku ingin mencintaimu dengan sederhana ,dengan kata yang tak sempat di ucapkan kayu kepada api yang menjadi kan nya abu.
Aku ingin mencintaimu dengan sederhana dengan isyarat yang tak sempat di sampaikan awan kepada hujan yang menjadikannya tiada.
Tak kenal maka tak sayang,apabila kau sayang maka jangan kau kenal.
Karena setiap perjumpaan mesti diakhiri dengan perpisahan,tak ingin berjumpa maka tak ingin berpisah,
Diamku bukan berarti aku diam ,diamku karena aku berfikir selama ini apakah aku pantas untukmu,dan pantaskah kamu untuku,karena” aku berfikir maka aku ada” .
Kutitipkan sajak ini pada sehelai kertas yang tak berharga,kutitipkan perasaan ini pada angin yang membawanya jauh dari permukaan,dan ku biarkan diri ini pada hari yang
kemudian akan merubahku,lalu ku biarkan cinta ini bagai debu yang tak pernah berubah menjadi satu bentuk yang mutlak.
Debu itu tak berbentuk dan ia selalu berubah sehingga kuinginkan cintaku demikian karena ketika berbentuk akan selalu berubah,dan aku tak ingin membentuk cintaku pada kamu karena aku sayang pada mu,aku takut kehilangan mu.
Ketakutan ku pada mahluk yang tak berwujud namun begitu mendampingi setiap insane manusia yaitu cinta .
Senang bercinta maka tinggalkanlah cinta,takut bercinta maka tingalkanlah cinta.
Senang dan derita,suka dan duka ,dualisme yang saling bersebrangan bagai jiwa dan raga,bagai jawa dan Sumatra yang memisahkan nya adalah lautan,yang mana lautan bagai hati kita yang tak bisa diselami.
Kutatap matamu merona tak bermakna,dan ku dengar ucapanmu begitu lembut penuh makna,parasmu yang tajam bagai purnama hingga membuat semua orang terkesima.
Ketika kudeekat gila ku dibuatmu , hingga ku biarkan parasmu dalam ingatanku supaya menghantui laju khayalanku.
Dan kutau kalau kau bukan sosok yang kudamba dan mungkin aku bukan sosok yang kamu harapkan ,karena aku tahu kalau kau
bukan hanya aku yang mencintaimu melainkan banyak orang yang mencintaimu.
Kau dan aku terperangkap di dua dunia,kau yang ku cinta dan ia yang mencintaimu.
Aku tahu kalau lah siapa diriku ini karena aku tahu jikalau seseorang tak mengetahui dirunya maka ia pun tak akan pernah mengerti dirinya dan mungkin tak akan pernah menjadikan jawaban akan dirinya.
Aku yang penuh kekurangangan dan mungkin kamu pun menyadarinya ,maka dari itu bagiku kau hanya bisa ku nikmati lewat imajinasi ku,atau kau akan ku sandingkan dalam istana malaikat kecilku.
Sekarang aku tinggalkan sebait kata yang menodai cerita kita yakni cinta.
Ditha….mungkin dengan tulisan ini aku sangat menyesal karena aku begitu meyayangimu,aku tak berani untuk mengatakannya padamu karena aku tahu sebelum aku mengatakan padamu pasti kau akan lebih dulu mencemoohku dengan perasaan sayangmu padaku bukankah begitu?..kamu pasti akan membenciku dan aku
pasti akan tersiksa oleh mahluk yang bernama “cinta”,aku pasti akan berteman kembali dengan mahluk yang bernama derita,yang
jelas mahluk itu tak akan semua orang tahu namun setiap orang begitu menjauhinya.
Dengan tulisan ini aku hanya ingin kau tahu bahwa aku begitu mengagumimu penuh dengan butiran cintaku,dan aku ingin sekali menegaskan jika aku benar – benar jatuh cinta padamu.
Entah dari mana datangnya rasa itu aku pun kurang begitu menyadarinya karena aku mencintaimu,kutliskan sajak sapardi di bawah ini untukmu.
Dietha kamu mesti mengerti kenapa aku tuliskan tinta ini?
Ada tangis dan matahari.
Tercekam sepi disini
Ada tangis dan gumam ,
Sejuta bintang bertabrakan dalam gelap
Ada yang tak terkatakan ketika mennyaksikan,
daun –daun rontok bersama hujan tadi sore
saat pertama aku kenal kamu………
Mudah mudahan ini menjadi sebuah kisah klasik untuk masa depanku,dan mungkin kamu tak akan menghiraukan karena jelas aku tak seperti yang kau inginkan……….
Aku ingin meraup bayangan mu
Dan mata batinku menggumam
Adakah aku pantas menatap
Meregup dan melahap
Seluruh cintamu
Kupaksa melupakan gambaranmu
Tapi lukisan harapan merajut impian
Lantas ke sekian kali aku bergumam
Adakah aku maujud diharibaanmu
Semua kata tak bisa bermakna
Hanya denyut batinku
Meraung
Mengerang dan meradang
Dalam dera,deru dan derita
Maka hanya rahasia di antara kita
Keindahan pesona tiada tara
Simpanlah dan lupakan
Berlayarlah engkau mengayuh biduk
Jangan lagi kau tengok siapa aku
Biarkan aku berdiri disini
Melukis gambarmu
Kisah yang tentu
Hanya engkau aku dan tuhan yang tahu!
Rengkuhlah kehidupanmu
Luluhkanlah dirimu dalam taubah
Asstagfiullloah robbal baroyya
Astagfirulloh minal hotoyya
(semoga wirid yang sering aku laungkan ini menjadi pelita dan penyejuk dalam perjalanan hidupmu).
Jangan sampai ada orang lain yang tahu akan hal ini,yang tahu hanya kita ber tiga.
Kau ,aku dan Allah………
Janji key!!!!!!
Kukatakan sekalagi bahwa aku mencintaimu,
maka pukullah aku jika kau tak suka .
Hari – hari yang kulampaui hanya,
berbatas dinding dan malam,
Sepi meminta leher dan mencekik perantian pulangku,
Aku mencintaimu.
Langit dan bumi inilah saksinya,
Dan lemparlah jika kau tak suka,
Karena akupun tak sengaja mencintaimu.
Begitulah sajak – sajak yang terukir dalam kertas putih tanpa noda ini ku sajikan untukmu,yang mungkin kamu belum bisa
mengerti tulisan ini,namun kuharap dengan sajak itu bisa membuatmu mengerti.
JWaktu sore
Waktu itu seperti biasa sore yang akan beranjak malam …
Kau berjelaga di atas raungan rindu dan doa…
Keluh kesah seolah luluh penuh angkuh
Kau datang dengan dewi yang diam-diam
Melempar batu pada kisah haru yang biru penuh peluru tinju
Kau adalah dewi keindahan yang datang diam – diam
Kau adalah dewi gelisah yang gundah penuh resah
Bahkan sang malaikat pun bungkam dibuat mu
Dalam jelaga kau begitu indah mendayu
Merajut kisah yang tak menentu
Malam mulai beranjak pergi dari persingahannya
Sore mulai kembali ke pendiamannya
Awan biru telah terganti jadi kelabu
Penuh haru ketika malam tiba
Penuh ragu ketika kuhisap udaranya
Yang terbersit dalam pikirku adalah
Aku rindu kamu…………………………….
Lebih baik ,kau nyalakan secercah cahaya bagi mereka yang kegelapan”
Tebarkanlah iman dengan cinta
Gubahlah dunia dengan prestasi
Jadikan hidupmu penuh arti
Seltelah itu bolehlah kau ber siap untuk mati
Kalau kelak dating hari perjumpaan maka basahkanlah dirimu
Dengan ucapan kalimat
Innalillahiwainalilahi rodjiunTeruntuk :
Sang malaikat kecilku
Sebelumnya aku ingin mengatakan maafkan aku sebelumnya karena aku begitu lancang akan hal ini.
Yang jelas aku ingin mencintaimu dengan sederhana ,dengan kata yang tak sempat di ucapkan kayu kepada api yang menjadi kan nya abu.
Aku ingin mencintaimu dengan sederhana dengan isyarat yang tak sempat di sampaikan awan kepada hujan yang menjadikannya tiada.
Tak kenal maka tak sayang,apabila kau sayang maka jangan kau kenal.
Karena setiap perjumpaan mesti diakhiri dengan perpisahan,tak ingin berjumpa maka tak ingin berpisah,
Diamku bukan berarti aku diam ,diamku karena aku berfikir selama ini apakah aku pantas untukmu,dan pantaskah kamu untuku,karena” aku berfikir maka aku ada” .
Kutitipkan sajak ini pada sehelai kertas yang tak berharga,kutitipkan perasaan ini pada angin yang membawanya jauh dari permukaan,dan ku biarkan diri ini pada hari yang
kemudian akan merubahku,lalu ku biarkan cinta ini bagai debu yang tak pernah berubah menjadi satu bentuk yang mutlak.
Debu itu tak berbentuk dan ia selalu berubah sehingga kuinginkan cintaku demikian karena ketika berbentuk akan selalu berubah,dan aku tak ingin membentuk cintaku pada kamu karena aku sayang pada mu,aku takut kehilangan mu.
Ketakutan ku pada mahluk yang tak berwujud namun begitu mendampingi setiap insane manusia yaitu cinta .
Senang bercinta maka tinggalkanlah cinta,takut bercinta maka tingalkanlah cinta.
Senang dan derita,suka dan duka ,dualisme yang saling bersebrangan bagai jiwa dan raga,bagai jawa dan Sumatra yang memisahkan nya adalah lautan,yang mana lautan bagai hati kita yang tak bisa diselami.
Kutatap matamu merona tak bermakna,dan ku dengar ucapanmu begitu lembut penuh makna,parasmu yang tajam bagai purnama hingga membuat semua orang terkesima.
Ketika kudeekat gila ku dibuatmu , hingga ku biarkan parasmu dalam ingatanku supaya menghantui laju khayalanku.
Dan kutau kalau kau bukan sosok yang kudamba dan mungkin aku bukan sosok yang kamu harapkan ,karena aku tahu kalau kau
bukan hanya aku yang mencintaimu melainkan banyak orang yang mencintaimu.
Kau dan aku terperangkap di dua dunia,kau yang ku cinta dan ia yang mencintaimu.
Aku tahu kalau lah siapa diriku ini karena aku tahu jikalau seseorang tak mengetahui dirunya maka ia pun tak akan pernah mengerti dirinya dan mungkin tak akan pernah menjadikan jawaban akan dirinya.
Aku yang penuh kekurangangan dan mungkin kamu pun menyadarinya ,maka dari itu bagiku kau hanya bisa ku nikmati lewat imajinasi ku,atau kau akan ku sandingkan dalam istana malaikat kecilku.
Sekarang aku tinggalkan sebait kata yang menodai cerita kita yakni cinta.
Ditha….mungkin dengan tulisan ini aku sangat menyesal karena aku begitu meyayangimu,aku tak berani untuk mengatakannya padamu karena aku tahu sebelum aku mengatakan padamu pasti kau akan lebih dulu mencemoohku dengan perasaan sayangmu padaku bukankah begitu?..kamu pasti akan membenciku dan aku
pasti akan tersiksa oleh mahluk yang bernama “cinta”,aku pasti akan berteman kembali dengan mahluk yang bernama derita,yang
jelas mahluk itu tak akan semua orang tahu namun setiap orang begitu menjauhinya.
Dengan tulisan ini aku hanya ingin kau tahu bahwa aku begitu mengagumimu penuh dengan butiran cintaku,dan aku ingin sekali menegaskan jika aku benar – benar jatuh cinta padamu.
Entah dari mana datangnya rasa itu aku pun kurang begitu menyadarinya karena aku mencintaimu,kutliskan sajak sapardi di bawah ini untukmu.
Dietha kamu mesti mengerti kenapa aku tuliskan tinta ini?
Ada tangis dan matahari.
Tercekam sepi disini
Ada tangis dan gumam ,
Sejuta bintang bertabrakan dalam gelap
Ada yang tak terkatakan ketika mennyaksikan,
daun –daun rontok bersama hujan tadi sore
saat pertama aku kenal kamu………
Mudah mudahan ini menjadi sebuah kisah klasik untuk masa depanku,dan mungkin kamu tak akan menghiraukan karena jelas aku tak seperti yang kau inginkan……….
Aku ingin meraup bayangan mu
Dan mata batinku menggumam
Adakah aku pantas menatap
Meregup dan melahap
Seluruh cintamu
Kupaksa melupakan gambaranmu
Tapi lukisan harapan merajut impian
Lantas ke sekian kali aku bergumam
Adakah aku maujud diharibaanmu
Semua kata tak bisa bermakna
Hanya denyut batinku
Meraung
Mengerang dan meradang
Dalam dera,deru dan derita
Maka hanya rahasia di antara kita
Keindahan pesona tiada tara
Simpanlah dan lupakan
Berlayarlah engkau mengayuh biduk
Jangan lagi kau tengok siapa aku
Biarkan aku berdiri disini
Melukis gambarmu
Kisah yang tentu
Hanya engkau aku dan tuhan yang tahu!
Rengkuhlah kehidupanmu
Luluhkanlah dirimu dalam taubah
Asstagfiullloah robbal baroyya
Astagfirulloh minal hotoyya
(semoga wirid yang sering aku laungkan ini menjadi pelita dan penyejuk dalam perjalanan hidupmu).
Jangan sampai ada orang lain yang tahu akan hal ini,yang tahu hanya kita ber tiga.
Kau ,aku dan Allah………
Janji key!!!!!!
Kukatakan sekalagi bahwa aku mencintaimu,
maka pukullah aku jika kau tak suka .
Hari – hari yang kulampaui hanya,
berbatas dinding dan malam,
Sepi meminta leher dan mencekik perantian pulangku,
Aku mencintaimu.
Langit dan bumi inilah saksinya,
Dan lemparlah jika kau tak suka,
Karena akupun tak sengaja mencintaimu.
Begitulah sajak – sajak yang terukir dalam kertas putih tanpa noda ini ku sajikan untukmu,yang mungkin kamu belum bisa
mengerti tulisan ini,namun kuharap dengan sajak itu bisa membuatmu mengerti.
JWaktu sore
Waktu itu seperti biasa sore yang akan beranjak malam …
Kau berjelaga di atas raungan rindu dan doa…
Keluh kesah seolah luluh penuh angkuh
Kau datang dengan dewi yang diam-diam
Melempar batu pada kisah haru yang biru penuh peluru tinju
Kau adalah dewi keindahan yang datang diam – diam
Kau adalah dewi gelisah yang gundah penuh resah
Bahkan sang malaikat pun bungkam dibuat mu
Dalam jelaga kau begitu indah mendayu
Merajut kisah yang tak menentu
Malam mulai beranjak pergi dari persingahannya
Sore mulai kembali ke pendiamannya
Awan biru telah terganti jadi kelabu
Penuh haru ketika malam tiba
Penuh ragu ketika kuhisap udaranya
Yang terbersit dalam pikirku adalah
Aku rindu kamu…………………………….