Selasa, 21 Februari 2012

Surat Untuk Supardi Dari Toto Tasmara

“Berhentilah mencaci maki kegelapan
Lebih baik ,kau nyalakan secercah cahaya  bagi mereka yang kegelapan”

Tebarkanlah iman dengan cinta
Gubahlah dunia dengan prestasi
Jadikan hidupmu penuh arti
Seltelah itu bolehlah kau ber siap untuk mati
Kalau kelak dating hari perjumpaan maka basahkanlah dirimu
Dengan ucapan kalimat
Innalillahiwainalilahi rodjiunTeruntuk :
Sang malaikat kecilku
Sebelumnya aku ingin mengatakan maafkan aku sebelumnya karena aku begitu lancang akan hal ini.
Yang jelas aku ingin mencintaimu dengan sederhana ,dengan kata   yang tak sempat di ucapkan kayu kepada api yang menjadi kan nya abu.
Aku ingin mencintaimu dengan sederhana dengan isyarat yang tak sempat di sampaikan awan kepada hujan yang menjadikannya tiada.
Tak kenal maka tak sayang,apabila kau sayang maka jangan kau kenal.
Karena setiap perjumpaan mesti diakhiri dengan perpisahan,tak ingin berjumpa maka tak ingin berpisah,
Diamku bukan berarti aku diam ,diamku  karena aku  berfikir selama ini apakah aku pantas untukmu,dan pantaskah kamu untuku,karena” aku berfikir maka aku ada” .
Kutitipkan sajak ini pada sehelai kertas yang tak berharga,kutitipkan perasaan ini  pada angin yang membawanya jauh dari permukaan,dan ku biarkan diri ini pada hari yang
kemudian akan merubahku,lalu ku biarkan cinta ini bagai debu yang tak pernah berubah menjadi satu bentuk yang mutlak.
Debu itu tak berbentuk dan  ia selalu berubah sehingga kuinginkan cintaku demikian karena ketika berbentuk akan selalu berubah,dan aku tak ingin membentuk cintaku pada kamu karena aku sayang pada mu,aku takut kehilangan mu.
Ketakutan ku pada mahluk yang tak berwujud namun begitu mendampingi setiap insane manusia yaitu cinta .

Senang bercinta maka tinggalkanlah cinta,takut bercinta maka tingalkanlah cinta.
Senang dan derita,suka dan duka ,dualisme yang saling bersebrangan bagai jiwa dan raga,bagai jawa dan Sumatra yang memisahkan nya adalah lautan,yang mana lautan bagai hati kita yang tak bisa diselami.
Kutatap matamu  merona tak bermakna,dan ku dengar ucapanmu begitu lembut penuh makna,parasmu yang tajam bagai purnama hingga membuat semua orang terkesima.
Ketika kudeekat gila ku dibuatmu , hingga ku biarkan parasmu dalam ingatanku supaya menghantui laju khayalanku.
Dan kutau kalau kau bukan sosok yang kudamba dan mungkin aku bukan sosok yang kamu harapkan ,karena aku tahu kalau kau
bukan hanya aku yang mencintaimu melainkan banyak orang yang mencintaimu.
Kau dan aku terperangkap di dua dunia,kau yang ku cinta dan ia yang mencintaimu.
Aku tahu kalau lah siapa diriku ini karena aku tahu jikalau seseorang tak mengetahui dirunya maka ia pun tak akan pernah mengerti dirinya dan mungkin tak akan pernah menjadikan jawaban akan dirinya.

Aku yang penuh kekurangangan dan mungkin kamu pun menyadarinya ,maka dari itu bagiku kau hanya bisa ku nikmati lewat imajinasi ku,atau kau akan ku sandingkan dalam istana malaikat kecilku.
Sekarang aku tinggalkan sebait kata yang menodai cerita kita yakni cinta.
Ditha….mungkin dengan tulisan ini aku sangat menyesal karena aku begitu meyayangimu,aku tak berani untuk mengatakannya padamu karena aku tahu sebelum aku mengatakan padamu pasti kau akan lebih dulu mencemoohku dengan  perasaan sayangmu padaku  bukankah begitu?..kamu pasti akan membenciku dan aku
pasti akan tersiksa oleh mahluk yang bernama “cinta”,aku pasti akan berteman kembali dengan mahluk yang bernama derita,yang

jelas mahluk itu tak akan semua orang tahu namun setiap orang begitu menjauhinya.
Dengan tulisan ini aku hanya ingin kau tahu bahwa aku begitu mengagumimu penuh dengan butiran cintaku,dan aku ingin sekali menegaskan jika aku benar – benar jatuh cinta padamu.
Entah dari mana datangnya rasa itu aku pun kurang begitu menyadarinya karena aku mencintaimu,kutliskan sajak sapardi di bawah ini untukmu.
Dietha kamu mesti mengerti kenapa aku tuliskan tinta ini?

Ada tangis dan matahari.
Tercekam sepi disini
Ada tangis dan gumam ,
Sejuta bintang bertabrakan dalam gelap
Ada yang tak terkatakan ketika mennyaksikan,
daun –daun rontok bersama hujan tadi sore

saat pertama aku kenal kamu………
Mudah mudahan ini menjadi sebuah kisah klasik untuk masa depanku,dan mungkin kamu tak akan menghiraukan karena jelas aku tak seperti yang kau inginkan……….

Aku ingin meraup bayangan mu
Dan mata batinku menggumam
Adakah aku pantas menatap
Meregup dan melahap
Seluruh cintamu

Kupaksa melupakan gambaranmu
Tapi lukisan harapan merajut impian
Lantas ke sekian kali aku bergumam
Adakah aku maujud diharibaanmu
Semua kata tak bisa bermakna
Hanya denyut batinku
Meraung
Mengerang dan meradang
Dalam dera,deru dan derita
Maka hanya rahasia di antara kita
Keindahan pesona tiada tara
Simpanlah dan lupakan
Berlayarlah engkau mengayuh biduk
Jangan lagi kau tengok siapa aku

Biarkan aku berdiri disini
Melukis gambarmu
Kisah yang tentu
Hanya engkau aku dan tuhan yang tahu!
Rengkuhlah kehidupanmu

Luluhkanlah dirimu dalam taubah
Asstagfiullloah robbal baroyya
Astagfirulloh minal hotoyya
(semoga wirid yang sering aku laungkan ini menjadi pelita dan penyejuk dalam perjalanan hidupmu).
Jangan sampai ada orang lain yang tahu akan hal ini,yang tahu hanya kita ber tiga.
Kau ,aku dan Allah………
Janji key!!!!!!
Kukatakan sekalagi  bahwa aku mencintaimu,
maka pukullah aku jika kau tak suka .
Hari – hari yang kulampaui hanya,
berbatas dinding dan malam,
Sepi meminta leher dan mencekik perantian pulangku,
Aku mencintaimu.
Langit dan bumi inilah saksinya,
Dan  lemparlah jika kau tak suka,
Karena akupun tak sengaja mencintaimu.
Begitulah sajak – sajak yang terukir dalam kertas putih tanpa noda ini ku sajikan untukmu,yang mungkin kamu belum bisa
mengerti  tulisan ini,namun kuharap dengan sajak itu bisa membuatmu mengerti.

JWaktu  sore
Waktu itu seperti biasa sore yang akan beranjak malam …
Kau berjelaga di atas raungan rindu dan doa…
Keluh kesah seolah luluh penuh angkuh
Kau datang dengan dewi yang diam-diam
Melempar batu pada kisah haru yang biru penuh peluru tinju

Kau adalah dewi keindahan yang datang diam – diam
Kau adalah dewi gelisah yang gundah penuh resah
Bahkan sang malaikat pun bungkam dibuat mu

Dalam jelaga kau begitu indah mendayu
Merajut kisah yang tak menentu

Malam mulai  beranjak pergi dari persingahannya
Sore mulai kembali ke pendiamannya
Awan biru telah terganti  jadi kelabu
Penuh haru ketika malam tiba
Penuh ragu ketika kuhisap udaranya
Yang terbersit dalam pikirku adalah
Aku rindu kamu…………………………….

keistimewaan Wanita Islam

Kaum feminis bilang susah jadi wanita ISLAM, lihat saja peraturan dibawah ini :
  1. Wanita auratnya lebih susah dijaga berbanding lelaki.
  2. Wanita perlu meminta izin dari suaminya apabila mau keluar rumah tetapi tidak sebaliknya.
  3. Wanita saksinya kurang berbanding lelaki.
  4. Wanita menerima pusaka kurang dari lelaki.
  5. Wanita perlu menghadapi kesusahan mengandung dan melahirkan anak.
  6. Wanita wajib taat kpd suaminya tetapi suami tak perlu taat pd isterinya.
  7. talak terletak di tgn suami dan bukan isteri.
  8. Wanita kurang dlm beribadat karena masalah haid dan nifas yg tak ada pada lelaki.
makanya mereka nggak capek-capeknya berpromosi untuk "MEMERDEKAKAN WANITA ISLAM"
Pernahkah kita lihat sebaliknya (kenyataannya)??

Benda yg mahal harganya akan dijaga dan dibelai serta disimpan ditempat yg teraman dan terbaik. Sudah pasti intan permata tidak akan dibiar terserak bukan?

Itulah bandingannya dgn seorg wanita. Wanita perlu taat kpd suami tetapi lelaki wajib taat kepada ibunya 3 kali lebih utama dari bapaknya. Bukankah ibu adalah seorang wanita?

Wanita menerima pusaka kurang dari lelaki tetapi harta itu menjadi milik pribadinya dan tidak perlu diserahkan kepada suaminya, manakala lelaki menerima pusaka perlu menggunakan hartanya utk isteri dan anak-anak.

Wanita perlu bersusah payah mengandung dan melahirkan anak, tetapi setiap saat dia didoakan oleh segala makhluk, malaikat dan seluruh makhluk ALLAH di mukabumi ini, dan matinya jika karena melahirkan adalah syahid.

Di akhirat kelak, seorang lelaki akan dipertanggungjawabkan terhadap 4 wanita ini: Isterinya, ibunya, anak perempuannya dan saudara perempuannya.

Manakala seorang wanita pula, tanggungjawab terhadapnya ditanggung oleh 4 org lelaki ini: Suaminya, ayahnya, anak lelakinya dan saudara lelakinya.

Seorang wanita boleh memasuki pintu Syurga melalui mana mana pintu Syurga yg disukainya cukup dgn 4 syarat saja : Sembahyang 5 waktu, puasa di bulan Ramadhan, taat suaminya dan menjaga kehormatannya.

Seorg lelaki perlu pergi berjihad fisabilillah tetapi wanita jika taat akan suaminya serta menunaikan tanggungjawabnya kepada ALLAH akan turut menerima pahala seperti pahala org pergi berperang fisabilillah tanpa perlu mengangkat senjata.
Masya ALLAH ... demikian sayangnya ALLAH pada wanita .... kan?

komitmen dan Totalitas

….Karena KOMITMEN adalah TOTALITAS sebuah perjuangan…

Aku menuliskan ini di pagi buta, ketika lelap sepertinya menjadi pilihan yang tepat setelah beraktivitas seharian. Menulisnya dengan sebuah harap yang sejak dulu pernah tumbuh, lalu ia menghilang, tumbuh lagi, kemudian hilang lagi, hingga mungkin saja ia sampai bosan melihat tindak tandukku menjalani hidup. Aku dan kamu juga mungkin sama-sama merasakannya. Ketika hati kita sedang baik, maka baik pula amalan kita, sebaliknya jika kita hati sudah mulai kotor dan tercemari buruk pula amalan kita. Begitulah, Iman itu akan naik dengan amalmu, dan akan turun dengan maksiatmu.

Aku menuliskan ini di pagi buta, ketika kutemukan spirit generasi syahadatain yang mengusikku sejak semalam. Menghadirkan jiwa di hamparan-hamparan kisah generasi penuh cahaya di kilauan peradaban. Menemukan oase-oase penyejuk bagi jiwa yang sering sekali mengeluh karena lelah dengan segala tuntutan. Mereka bukan hanya mengusikku, kadang-kadang membuatku tergugu dan tak bisa berkata apa-apa. Membayangkan akhir hidup Utsman bin Affan RA, yang harus meninggal karena fitnah baginya, mendengar seruan Rasulullah saw, Umar dan Abu Bakar ra yang datang menghampiri mimpi beliau untuk berbuka bersamanya di surga adalah getaran-getaran paling menggemparkan yang pernah ku rasa. Sungguh, sebuah kepribadian yang bercahaya takkan pernah lahir dengan hanya duduk dan berdoa. Ia ditempa dengan ujian iman, ia ditempa dengan kerja-kerja yang bukan hanya melelahkan, tapi juga menghabiskan semua energi pikir kita.

Aku menuliskan ini di pagi buta, ketika kudapatkan bahwa generasi-generasi syahadatain adalah generasi terbaik yang pernah ada di dunia. Mereka memutihkan hati mereka dengan aqidah yang shahih, akhlaq yang mulia, dan ibadah yang benar. Sebuah perpaduan yang bukan hanya mampu memberi warna terindah bagi dunia, tapi juga memberi kebahagiaan yang tak terperi bagi jiwa-jiwa yang hangus karena kebodohan mereka. Generasi inilah yang telah menanamkan di dalam diri, bahwa konsekuensi bersyahadat adalah sebuah konsekuensi Tauhid. Ia harus disertai cinta, ia harus di bersamai dengan ridha (rela), hingga kemudian, muara akhir dari al mahabbah dan ridha ini adalah shibghah (celupan) dari Allah. Celupan yang bukan hanya hadir bagi tubuh dan akalnya, lebih dari itu semua, celupan itu hadir dan mengakar kuat ke dalam hati-hati mereka.

“Itulah celupan Allah. Siapakah yang lebih baik celupannya dibanding celupan Allah?” (Al-Baqarah : 138)

Aku menuliskan ini di pagi buta, ketika harus kuakui bahwa masih banyak cela yang harus ditambal. Ingin kusulam ia dengan benang-benang sutra peradaban, ingin kuperbaiki ia dengan cahaya-cahaya iman yang menyala juga mencahayakan. Takkan pernah muda, dan benar-benar kuyakini itu. Sebab, ketika hati di raba, rupa-rupanya ia belum bergetar ketika Allah di sebut, belum tersentuh ketika ayat-ayat-Nya di bacakan, lantas, masihkah layak aku – atau mungkin juga kamu – disebut sebagai orang-orang yang beriman ?

“Sesungguhnya orang-orang yang beriman adalah mereka yang apabila disebut nama Allah, gemetar hatinya, dan apabila dibacakan ayat-ayat-Nya kepada mereka, bertambah (kuat) imannya…” ( Al-Anfal : 8 )

Aku menuliskan ini di pagi buta. Ketika ingin kubagi resah sebagai awal dari semua ide yang berkecamuk di kepala. Menuliskannya dengan sebuah harap ia bukan hanya menjadi catatan panjang yang mengisi penuh layar komputer kita. Tapi ia merupakan catatan permulaan untuk mengambil hentakan-hentakan dahsyat untuk menaklukkan dunia. Tentu, perjuangan ini bukan hanya di lakukan oleh saya, karena kehadiran Anda, dan semua yang mau berKOMITMEN teguh di jalan-Nya adalah gabungan kokoh untuk meretas kembali kekuatan generasi-generasi syahadatain terdahulu. Maka pejamkanlah mata kita, resapi kehadiran Allah dalam hati kita, kemudian, serukanlah sekuatnya di dalam jiwa kita… BAHWA.. “KOMITMEN adalah TOTALITAS sebuah perjuangan”

Salam ukhuwah, salam rindu, dan salam perjuangan