Rabu, 27 April 2011

Kami Tak Akan Menyerah

Cahaya putih yang membutakan mata
Menyala terang di langit Gaza malam ini
Orang-orang berlarian untuk berlindung
Tanpa tahu apakah mereka masih hidup atau sudah mati
Mereka datang dengan tank dan pesawat
Dengan berkobaran api yang merusak
Dan tak ada yang tersisa
Hanya suara yang terdengar di tengah asap tebal
Kami tidak akan menyerah
Di malam hari, tanpa perlawanan
Kalian bisa membakar masjid kami, rumah kami dan sekolah kami
Tapi semangat kami tidak akan pernah mati
Kami tidak akan menyerah
Di Gaza malam ini
Wanita dan anak-anak
Dibunuh dan dibantai tiap malam
Sementara para pemimpin nun jauh di sana
Berdebat tentang siapa yg salah & benar
Tapi kata-kata mereka sedang dalam kesakitan
Dan bom-bom pun berjatuhan seperti hujam asam
Tapi melalui tetes air mata dan darah serta rasa sakit
Anda masih bisa mendengar suara itu di tengah asap tebal
Kami tidak akan menyerah
Di malam hari, tanpa perlawanan
Kalian bisa membakar masjid kami, rumah kami dan sekolah kami
Tapi semangat kami tidak akan pernah mati
Kami tidak akan menyerah
Di Gaza malam ini

Senin, 25 April 2011

MencintaiMu Semampuku


 

Rabbii,Aku tak sanggup mencintaiMu seperti Abu bakar,yang menyedekahkan seluruh hartanya dan hanya meninggalkan Engkau dan RasulMu bagi diri dan keluarga.Atau layaknya Umar yang menyerahkan separuh harta demi jihad.Atau Utsman yang menyerahkan 1000 ekor kuda untuk syiarkan dienMu.

Izinkan aku mencintaiMu, melalui seratus-dua ratus perak yang terulur pada tangan-tangan kecil diperempatan jalan,pada wanita-wanita tua yang menadahkan tangan di pojok-pojok jembatan.Pada makanan-makanan sederhana yang terkirim ke handai taulan.

Ilaahi, aku tak sanggup mencintaiMu dengan khusyuknya shalat salah seorang sahabat NabiMu hingga tiada terasa anak panah musuh terhunjam di kakinya.Karena itu Ya Allah, perkenankanlah aku tertatih menggapai cintaMu,dalam shalat yang coba kudirikan terbata-bata,meski ingatan kadang melayang ke berbagai permasalahan dunia.

Robbii, aku tak dapat beribadah ala para sufi dan rahib,yang membaktikan seluruh malamnya untuk bercinta denganMu.Maka izinkanlah aku untuk mencintaimu dalam satu-dua rekaat lailku.Dalam satu dua sunnah nafilahMu. Dalam desah napas kepasrahan tidurku.

Yaa, Maha Rahman,Aku tak sanggup mencintaiMu bagai para al hafidz dan hafidzah,yang menuntaskan kalamMu dalam satu putaran malam.Perkenankanlah aku mencintaiMu, melalui selembar dua lembar tilawah harianku. Lewat lantunan seayat dua ayat hafalanku.

Yaa RahiimAku tak sanggup mencintaiMu semisal Sumayyah,yang mempersembahkan jiwa demi tegaknya DienMu. Seandai para syuhada, yang menjual dirinya dalam jihadnya bagiMu. Maka perkenankanlah aku mencintaiMu dengan mempersembahkan sedikit bakti dan pengorbanan untuk dakwahMu.

Maka izinkanlah aku mencintaiMu dengan sedikit pengajaran bagi tumbuhnya generasi baru.

Allahu Kariim, aku tak sanggup mencintaiMu di atas segalanya,bagai Ibrahim yang rela tinggalkan putra dan zaujahnya,dan patuh mengorbankan pemuda biji matanya.Maka izinkanlah aku mencintaiMu di dalam segalanya.Izinkan aku mencintaiMu dengan mencintai keluargaku,dengan mencintai sahabat-sahabatku, dengan mencintai manusia dan alamsemesta. Allaahu Rahmaanurrahiim, Ilaahi Rabbii

Perkenankanlah aku mencintaiMu semampuku.Agar cinta itu mengalun dalam jiwa. Agar cinta ini mengalir di sepanjang nadiku.

AMBIL BUAHNYA ATAU TEBANG POHONNYA



Seorang penerbang terdampar sendirian di tengah padang pasir setelah kapalnya jatuh. Setelah berjalan penuh kehausan ia menemukan sebuah oase kecil dengan beberapa pohon kelapa. Sayangnya danaunya sudah mulai mengering.
Karena tidak ada alternatif lain, ia hanya punya pilihan makan kelapa untuk bertahan hidup sambil menunggu pertolongan.
Akan tetapi ia tidak bisa memanjat, karena itu ia menebang pohon kelapa yang ada.

Setelah beberapa minggu semua pohon kelapa sudah ditebangnya, dan tidak ada yang tersisa. Bantuan juga tak kunjung datang.
Ia mengakhiri hidupnya tanpa makan dan minum karena semua kelapa sudah membusuk.
Apa hikmah kisah ini?
Seandainya penerbang tersebut berpikir panjang, mungkin harapan hidupnya masih lebih panjang.
Ia tidak bisa memanjat maka ia pilih jalan singkat dengan menebang.
Menebang pohon kelapa berarti memutus rantai produksi kelapa yang merupakan satu-satunya cara ia bertahan hidup saat itu.
Sadarkah kita sebagian besar dari kita menebang kelapa dan merusak masa depan sendiri?
Marketer yang menipu pelanggannya, memutus pintu rejeki. Setelah itu pelanggannya tidak akan merekomendasikan apapun untuk marketer tersebut.
Orang tua yang memaksa anaknya untuk mengikuti pilihan mereka, mungkin mematikan imajinasi dan kreativitas anak untuk mendapatkan masa depan yang lebih baik.
Politisi yang korup, mengkhianati kepercayaan masyarakat, tidak hanya mematikan karirnya tapi juga bisa berakhir di penjara.
Pejabat atau pegawai yang tidak amanah atau bersantai-santai, karirnya berhenti karena tidak dapat promosi.
Pelajar yang mencontek, sekalipun lulus tidak punya kepandaian.
Intinya, jangan karena kepentingan sesaat kita menghancurkan kepentingan jangka panjang.
Jika ingin mengambil manfaat, pastikan Anda memetik kelapanya, jangan menebang pohonnya. Jika kelapa yang Anda petik maka akan ada kelapa baru. Jika pohon yang Anda tebang, maka tidak akan ada kelapa lagi.
Terutama jika itu pohon kelapa satu-satunya.

Senin, 18 April 2011

7 pintu neraka



 "Neraka mempunyai tujuh pintu, untuk masing-masing pintu di huni (sekelompok pendosa yang ditentukan)" (Qs al Hijr :44)


Diriwayatkan dalam Anwar Nu'maniyah dan Biharul Anwar bahwa ketika Jibril turun membawa ayat di atas tadi, Nabi saww memintanya untuk menjelaskan kondisi neraka. Jibril menjawab: "Wahai Nabi Allah, sesungguhnya di dalam neraka ada tujuh pintu, jarak antara masing-masing pintu sejauh tujuh puluh tahun, dan setiap pintu lebih panas dari pintu yang lain, nama-nama pintu tersebut adalah:

1. Hawiyah (arti harfiahnya: jurang), pintu ini untuk kaum munafik dan kafir.

2. Jahim, pintu ini untuk kaum musyrik yang menyekutukan Allah.

3. Pintu ketiga untuk kaum sabian (penyembah api).

4. Lazza, pintu ini untuk setan dan para pengikutnya serta para penyembah api.

5. Huthamah (menghancurkan hingga berkeping-keping), pintu ini untuk kaum Yahudi.

6. Sa'ir (arti harfiahnya: api yang menyala-nyala), pintu ini untuk kaum kafir.

Tatkala sampai pada penjelasan pintu yang ketujuh, Jibril terdiam. Nabi saww maminta Ia untuk menjelaskan pintu yang ketujuh, Jibril pun menjawab: "Pintu ini untuk umatmu yang angkuh"; yang mati tanpa menyesali dosa-dosa mereka .

Lalu, Nabi saww mengangkat kepalanya dan begitu sedih, sampai beliau pingsan. Ketika siuman beliau berkata: "Wahai jibril, sesunggguhnya engkau telah menyebabkan kesusahanku dua kali lipat. Akankah umatku masuk Neraka?"

Kemudian Nabi saww mulai menangis. Setelah kejadian itu, beliau tidak berbicara dengan siapapun selama beberapa hari, dan ketika sholat beliau menangis dengan tangisan yang sangat memilukan. Karena tangisannya ini, semua sahabat ikut menangis, kemudian mereka bertanya: "Mengapa beliau begitu berduka?" Namun beliau tidak menjawab.

Saat itu, Imam Ali as sedang pergi melaksanakan satu misi, maka para sahabat pergi mengahadap sang wanita cahaya penghulu wanita syurga, Sayyidah Fathimah as, mereka mendatangi rumah suci beliau, dan pada saat itu Sayyidah Fatimah as sedang mengasah gerinda sambil membaca ayat "Padahal kehidupan akhirat itu lebih baik dan lebih kekal" (al-A'la:17). Para sahabat pun menceritakan keadaan ayahnya (Rasulullah saww). Setelah mendengar semua itu, Sayyidah Fatimah as bangkit lalu mengenakan jubahnya (cadur) yang memiliki dua belas tambalan yang dijahit dengan daun pohon korma. Salman al-Farisi yang hadir bersama orang-orang ini terusik hatinya setelah melihat jubah Sayyidah Fathimah as, lalu berkata: " Aduhai! Sementara putri-putri kaisar dan kisra (penguasa Persia kuno) duduk di atas singgasana emas, putri Nabi ini tidak mempunyai pakaian yang layak untuk dipakai".

Ketika Sayyidah Fathimah as sampai di hadapan sang ayah, Ia melihat keadaannya yang menyedihkan dan juga keadaan para sahabatnya, kemudian ia berkata: "Wahai Ayahanda, Salman terkejut setelah melihat jubahku yang sudah penuh dengan robekan, aku bersumpah, demi tuhan yang telah memilihmu menjadi Nabi, sejak lima tahun lalu kami hanya memiliki satu helai pakaian di rumah kami, pada waktu siang kami memberi makan unta-unta dan pada waktu malam kami beristirahat, anak-anak kami tidur beralaskan kulit dengan daun-daun kering pohon kurma. Nabi berpaling ke arah Salman dan berkata "Apakah engkau memperhatikan dan mengambil pelajaran?"

Sayyidah Fathimah az-Zahra melihat -karena tangisan yang tidak terhenti- wajah Nabi menjadi pucat dan pipinya menjadi cekung. Sebagaimana yang di ceritakan oleh Kasyfi, bahwa bumi tempat beliau duduk telah menjadi basah dengan air mata. Sayyidah Fathimah as berkata kepada ayahnya, semoga hidupku menjadi tebusanmu, "Mengapa Ayahanda menangis?" Nabi saww menjawab, "Ya Fathimah, mengapa aku tidak boleh menangis?, karena sesungguhnya Jibril telah menyampaikan kepadaku sebuah ayat yang menggambarkan kondisi neraka. Neraka mempunyai tujuh pintu, dan pintu-pintu itu mempunyai tujuh puluh ribu celah api. Pada setiap celah ada tujuh puluh ribu peti mati dari api, dan setiap peti berisi tujuh puluh ribu jenis azab".

Ketika Sayyidah Fathimah mendengar semua ini, beliau berseru, "Sesungguhnya orang yang dimasukkan kedalam api ini pasti menemui ajal". Setelah mengatakan ini beliau pingsan. Ketika siuman, beliau as berkata, "Wahai yang terbaik dari segala mahluk, siapakah yang patut mendapat azab yang seperti itu?" Nabi saww menjawab, "Umatku yang mengikuti hawa nafsunya dan tidak memelihara sholat, dan azab ini tidak seberapa bila dibandingkan dengan azab-azab yang lainya.

Setelah mendengar ucapan ini setiap sahabat Nabi saww menangis dan meratap, "Derita perjalanan alam akhirat sangat jauh, sedangkan perbekalan sangat sedikit". Sementara sebagian lagi menangis dan meratap, "Aduhai seandainya ibuku tidak melahirkanku, maka aku tidak akan mendengar tentang azab ini", Ammar bin Yasir berkata, "Andaikan aku seekor burung, tentu aku tidak akan ditahan (di hari kiamat) untuk di hisab". Bilal yang tidak hadir di sana datang kepada Salman dan bertanya sebab-sebab duka cita itu, Salman menjawab, "Celakalah engkau dan aku, sesungguhnya kita akan mendapat pakaian dari api, sebagai pengganti dari pakaian katun ini dan kita akan diberi makan dengan zaqqum (pohon beracun di Neraka). Masihkah kita memandang remeh ancaman siksa neraka? Atau biarkan diri kita lalai dan sibuk dengan kesenangan dunia yang sementara ini?

Rabu, 13 April 2011

Kalau Ingin Belajarlah


Kalau ingin dimaafkan, belajarlah untuk memaafkan.

Kalau ingin dihormati, belajarlah untuk menghormati.

Kalau ingin dipahami, belajarlah untuk memahami.

Kalau ingin disedari, belajarlah untuk menyedari.

Kalau ingin disayangi, belajarlah untuk menyayangi.

Kalau ingin dikasihi, belajarlah untuk mengasihi.

Kalau ingin diterima, belajarlah untuk menerima.

Kalau ingin dihargai, belajarlah untuk menghargai.

Kalau ingin disenangi, belajarlah untuk menyenangi.

Bukan orang lain yang perlu berubah mengikut kehendak kita tetapi kitalah yang sebenarnya perlu mengubah diri kita.

Memuaskan hati semua orang itu tidak mudah tetapi berubah untuk memuaskan hati semua orang itu tidak mustahil.

Bak kata pepatah, di mana ada kemahuan di situ pasti ada jalan. InsyaAllah Dia akan permudahkan.



Kamis, 07 April 2011

kreasi unik dari pensil 2b



Spoiler for pensil2:


Spoiler for pensil3:


Spoiler for pensil4:


Spoiler for pensil5:


Spoiler for pensil6:


Spoiler for pensil7:


Spoiler for pensil8:


Spoiler for pensil9:


Spoiler for pensil10:


Spoiler for pensil11:


Spoiler for pensil12:


Spoiler for pensil13:


Spoiler for pensil14:


Spoiler for pensil15:


Spoiler for pensil16:


Spoiler for pensil17:

KIAT SUKSES ALA RASULULLAH SAW



Kiat sukses dunia akhirat dari Nabi
Malu rasanya sering mengutip kiat sukses dari orang barat. Maka yang ini kiat dari Rasulullah. Dijamin lebih mustajab. Saya kutip dari situs Renungan Islam.

HADIS MUTHAHHARAH

Dari Sayyidina Khalid bin Al-Walid Radiallahu’anhu telah berkata : Telah datang seorang arab desa kepada Rasulullah S.A.W yang mana dia menyatakan tujuannya : Wahai Rasulullah! sesungguhnya kedatanganku ini adalah untuk bertanya kepada engkau mengenai apa yang akan menyempurnakan diriku di dunia dan akhirat. Maka baginda S.A.W telah berkata kepadanya Tanyalah apa yang engkau kehendaki :

Dia berkata : Aku mau menjadi orang yang alim
Baginda S.A.W menjawab : Takutlah kepada Allah maka engkau akan jadi orang yang alim

Dia berkata : Aku mau menjadi orang paling kaya
Baginda S.A.W menjawab : Jadilah orang yang yakin pada diri engkau maka engkau akan jadi orang paling kaya Dia berkata : Aku mau menjadi orang yang adil
Baginda S.A.W menjawab : Kasihanilah manusia yang lain sebagaimana engkau kasih pada diri sendiri maka jadilah engkau seadil-adil manusia

Dia berkata : Aku mau menjadi orang yang paling baik
Baginda S.A.W menjawab: Jadilah orang yang berguna kepada masyarakat maka engkau akan jadi sebaik-baik manusia

Dia berkata : Aku mau menjadi orang yang istimewa di sisi Allah Baginda S.A.W menjawab : Banyakkan zikrullah nescaya engkau akan jadi orang istimewa di sisi Allah

Dia berkata : Aku mau disempurnakan imanku Baginda S.A.W menjawab : Perelokkan akhlakmu niscaya imanmu akan sempurna

Dia berkata : Aku mau termasuk dalam golongan orang yang muhsinin (baik)
Baginda S.A.W menjawab : Beribadatlah kepada Allah seolah-olah engkau melihatNya dan jika engkau tidak merasa begitu sekurangnya engkau yakin Dia tetap melihat engkau maka dengan cara ini engkau akan termasuk golongan muhsinin

Dia berkata : Aku mau termasuk dalam golongan mereka yang taat Baginda S.A.W menjawab : Tunaikan segala kewajipan yang difardhukan maka engkau akan termasuk dalam golongan mereka yang taat

Dia berkata : Aku mau berjumpa Allah dalan keadaan bersih daripada dosa Baginda S.A.W menjawab : Bersihkan dirimu daripada najis dosa nescaya engkau akan menemui Allah dalam keadaan suci daripada dosa

Dia berkata : Aku mau dihimpun pada hari qiamat di bawah cahaya Baginda S.A.W menjawab : Jangan menzalimi seseorang maka engkau akan dihitung pada hari qiamat di bawah cahaya

Dia berkata : Aku mau dikasihi oleh Allah pada hari qiamat Baginda S.A.W menjawab : Kasihanilah dirimu dan kasihanilah orang lain nescaya Allah akan mengasihanimu pada hari qiamat

Dia berkata : Aku mau dihapuskan segala dosaku Baginda S.A.W menjawab : Banyakkan beristighfar nescaya akan dihapuskan( kurangkan ) segala dosamu

Dia berkata : Aku mau menjadi semulia-mulia manusia Baginda S.A.W menjawab : Jangan mengesyaki sesuatu perkara pada orang lain nescaya engkau akan jadi semulia-mulia manusia

Dia berkata : Aku mau menjadi segagah-gagah manusia Baginda S.A.W menjawab : Sentiasa menyerah diri (tawakkal) kepada Allah nescaya engkau akan jadi segagah-gagah manusia

Dia berkata : Aku mau dimurahkan rezeki oleh Allah Baginda S.A.W menjawab : Sentiasa berada dalam keadaan bersih ( dari hadas ) nescaya Allah akan memurahkan rezeki kepadamu

Dia berkata : Aku mau termasuk dalam golongan mereka yang dikasihi oleh Allah dan rasulNya Baginda S.A.W menjawab : Cintailah segala apa yang disukai oleh Allah dan rasulNya maka engkau termasuk dalam golongan yang dicintai oleh Mereka

Dia berkata : Aku mau diselamatkan dari kemurkaan Allah pada hari qiamat Baginda S.A.W menjawab : Jangan marah kepada orang lain nescaya engkau akan terselamat daripada kemurkaan Allah dan rasulNya

Dia berkata : Aku mau diterima segala permohonanku Baginda S.A.W menjawab : Jauhilah makanan haram nescaya segala permohonanmu akan diterimaNya

Dia berkata : Aku mau agar Allah menutupkan segala keaibanku pada hari qiamat
Baginda S.A.W menjawab : Tutuplah keburukan orang lain nescaya Allah akan menutup keaibanmu pada hari qiamat
Dia berkata : Siapa yang terselamat daripada dosa?
Baginda S.A.W menjawab : Orang yang sentiasa mengalir air mata penyesalan,mereka yang tunduk pada kehendakNya dan mereka yang ditimpa kesakitan

Dia berkata : Apakah sebesar-besar kebaikan di sisi Allah? Baginda S.A.W menjawab : Elok budi pekerti, rendah diri dan sabar dengan ujian ( bala )
Dia berkata : Apakah sebesar-besar kejahatan di sisi Allah? Baginda S.A.W menjawab : Buruk akhlak dan sedikit ketaatan

Dia berkata : Apakah yang meredakan kemurkaan Allah di dunia dan akhirat ? Baginda S.A.W menjawab : Sedekah dalam keadaan sembunyi ( tidak diketahui ) dan menghubungkan kasih sayang

Dia berkata: Apakah yang akan memadamkan api neraka pada hari qiamat? Baginda S.A.W menjawab : sabar di dunia dengan bala dan musibah

Kami tujukan kepada : Insan yang tersia-sia malamnya



Assalamu’alaikum
warahmatullahi wabarakatuh


Wahai
orang-orang yang terpejam matanya,

Perkenankanlah
kami, manusia-manusia malam menuliskan sebuah
surat cinta kepadamu. Seperti halnya cinta
kami pada waktu malam-malam yang kami rajut di sepertiga terakhir. Atau seperti
cinta kami pada keagungan dan rahasianya yang penuh pesona. Kami tahu dirimu
bersusah payah lepas tengah hari berharap intan dan mutiara dunia. Namun kami
tak perlu bersusah payah, sebab malam-malam kami berhiaskan intan dan mutiara
dari surga.


Wahai
orang-orang yang terlelap…..

Sungguh
nikmat malam-malammu. Gelapnya yang pekat membuat matamu tak mampu melihat
energi cahaya yang tersembunyi di baliknya. Sunyi senyapnya membuat dirimu
hanyut tak menghiraukan seruan cinta. Dinginnya yang merasuk semakin membuat
dirimu terlena,menikmati tidurmu di atas pembaringan yang empuk, bermesraan
dengan bantal dan gulingmu, bergeliat manja di balik selimutmu yang demikian
hangatnya. Aduhai kau sangat menikmatinya.


Wahai
orang-orang yang terlena…….

Ketahuilah,
kami tidak seperti dirimu !! Yang setiap malam terpejam matanya, yang terlelap
pulas tak terkira. Atau yang terlena oleh suasananya yang begitu menggoda. Kami
tidak seperti dirimu !! Kami adalah para perindu kamar di surga. Tak pernahkah
kau dengar Sang Insan Kamil, Rasulullah SAW bersabda : "Sesungguhnya di
surga itu ada kamar yang sisi luarnya terlihat dari dalam dan sisi dalamnya
terlihat dari luar. Disediakan untuk mereka yang memberi makan orang-orang yang
memerlukannya, menyebarkan salam serta mendirikan sholat pada saatmanusia
terlelap dalam tidur malam." Sudahkah kau dengar tadi ? Ya, sebuah kamar
yang menakjubkan untuk kami dan orang-orang yang mendirikan sholat pada saat
manusia-manusia yang lain tertutup mata dan hatinya.


Wahai
orang-orang yang
keluarganya hampa cinta……..

Kau
pasti pernah mendengar namaku disebut. Aku Abu Hurairah, Periwayat Hadist.
Kerinduanku akan sepertiga malam adalah hal yang tak terperi. Penghujung malam
adalah kenikmatanku terbesar. Tapi tahukah kau ? Kenikmatan itu tidak serta
merta kukecap sendiri. Kubagi malam-malamku yang penuh syahdu itu menjadi tiga.
Satu untukku, satu untuk istriku tercinta dan satu lagi untuk pelayan yang aku
kasihi. Jika salah satu dari kami selesai mendirikan shalat, maka kami
bersegera membangunkan yang lain untuk menikmati bagiannya. Subhanallah, tak
tergerakkah dirimu ? Pedulikah kau pada keluargamu ? Adakah kebaikan yang kau
inginkan dari mereka ? Sekedar untuk membangunkan orang-orang yang paling dekat
denganmu, keluargamu ?


Lain
lagi dengan aku, Nuruddin Mahmud Zanki. Sejarah mencatatku sebagai Sang
Penakluk kesombongan pasukan salib. Suatu kali seorang ulama tersohor Ibnu
Katsir mengomentari diriku, katanya, " Nuruddin itu kecanduan sholat
malam, banyak berpuasa dan berjihad dengan akidah yang benar." Kemenangan
demi kemenangan aku raih bersama pasukanku. Bahkan pasukan musuh itu terlibat
dalam sebuah perbincangan seru. Kata mereka, " Nuruddin Mahmud Zanki
menang bukan karena pasukannya yang banyak. Tetapi lebih karena dia mempunyai
rahasia bersama Tuhan". Aku tersenyum, mereka memang benar. Kemenangan
yang kuraih adalah karena do’a dan sholat-sholat malamku yang penuh
kekhusyu’an.


Tahukah
kau dengan orang yang selalu setia mendampingiku ? Dialah Istriku tercinta,
Khotun binti Atabik. Dia adalah istri shalehah di mataku, terlebih di mata
Allah. Malam-malam kami adalah malam penuh kemesraan dalam bingkai Tuhan.
Gemerisik dedaunan dan desahan angina seakan menjadi pernak-pernik kami saat
mendung di mata kami jatuh berderai dalam sujud kami yang panjang.

Kuceritakan
padamu suatu hari ada kejadian yang membuat belahan jiwaku itu tampak murung.
Kutanyakan padanya apa gerangan yang membuatnya resah. Ya Allah, ternyata dia
tertidur, tidak bangun pada malam itu, sehingga kehilangan kesempatan untuk
beribadah. Astaghfirullah, aku menyesal telah membuat dia kecewa. Segera
setelah peristiwa itu kubayar saja penyesalanku dengan mengangkat seorang
pegawai khusus untuknya. Pegawai itu kuperintahkan untuk menabuh genderang agar
kami terbangun di sepertiga malamnya.


Wahai
orang-orang yang terbuai………

Kau
pasti mengenalku dalam kisah pembebasan Al Aqsha, rumah Allah yang diberkati.
Akulah pengukir tinta emas itu, seorang Panglima Perang, Sholahuddin Al-Ayyubi.
Orang-orang yang hidup di zamanku mengenalku tak lebih dari seorang Panglima
yang selalu menjaga sholat berjama’ah. Kesenanganku adalah mendengarkan bacaan
Alqur’an yang indah dan syahdu. Malam-malamku adalah saat yang paling kutunggu.
Saat-saat dimana aku bercengkerama dengan Tuhanku. Sedangkan siang hariku
adalah perjuangan-perjuangan nyata, pengejawantahan cintaku pada-Nya.


Wahai
orang-orang yang masih saja terlena……….

Pernahkah
kau mendengar kisah penaklukan Konstantinopel ? Akulah orang dibalik penaklukan
itu, Sultan Muhammad Al Fatih. Aku sangat lihai dalam memimpin bala tentaraku.
Namun tahukah kau bahwa sehari sebelum penaklukan itu, aku telah memerintahkan
kepada pasukanku untuk berpuasa pada siang harinya. Dan saat malam tiba, kami
laksanakan sholat malam dan munajat penuh harap akan pertolongan-Nya. Jika
Alloh memberikan kematian kepada kami pada siang hari disaat kami berjuang,
maka kesyahidan itulah harapan kami terbesar. Biarlah siang hari kami berada di
ujung kematian, namun sebelum itu, di ujung malamnya Alloh temukan kami berada
dalam kehidupan. Kehidupan dengan menghidupi malam kami.


Wahai
orang-orang yang gelap mata dan hatinya…………..

Pernahkah
kau dengar kisah Penduduk Basrah yang kekeringan ? Mereka sangat merindukan air
yang keluar dari celah-celah awan. Sebab terik matahari terasa sangat
menyengat,
padang pasir pun semakin kering dan tandus. Suatu hari mereka sepakat untuk mengadakan
Sholat Istisqo yang langsung dipimpin oleh seorang ulama di masa itu.
Ada wajah-wajah besar yang turut serta disana, Malik bin Dinar, Atha’ As-Sulami,
Tsabit Al-Bunani. Sholat dimulai, dua rakaat pun usai. Harapan terbesar mereka
adalah hujan-hujan yang penuh berkah.

Namun
waktu terus beranjak siang, matahari kian meninggi, tak ada tanda-tanda hujan
akan turun. Mendung tak datang, langit membisu, tetap cerah dan biru. Dalam
hati mereka bertanya-tanya, adakah dosa-dosa yang kami lakukan sehingga air
hujan itu tertahan di langit? Padahal kami semua adalah orang-orang terbaik di
negeri ini?

Shalat
demi shalat Istisqa didirikan, namun hujan tak kunjung datang. Hingga suatu
malam, Malik bin Dinar dan Tsabit Al Bunani terjaga di sebuah masjid. Saat malam
itulah, aku, Maimun, seorang pelayan, berwajah kuyu, berkulit hitam dan
berpakaian usang, datang ke masjid itu. Langkahku menuju mihrab, kuniatkan
untuk sholat Istisqa sendirian, dua orang terpandang itu mengamati gerak
gerikku.

Setelah
shalat, dengan penuh kekhusyu’an kutengadahkan tanganku ke langit, seraya
berdo’a :

"Tuhanku,
betapa banyak hamba-hamba-Mu yang berkali-kali datang kepada-Mu memohon sesuatu
yang sebenarnya tidak mengurangi sedikitpun kekuasaan-Mu. Apakah ini karena apa
yang ada pada-Mu sudah habis ? Ataukah perbendaharaan kekuasaan-Mu telah hilang
? Tuhanku, aku bersumpah atas nama-Mu dengan kecintaan-Mu kepadaku agar Engkau
berkenan memberi kami hujan secepatnya."

Lalu
apa gerangan yang terjadi ? Angin langsung datang bergemuruh dengan cepat,
mendung tebal di atas langit. Langit seakan runtuh mendengar do’a seorang
pelayan ini. Do’aku dikabulkan oleh Tuhan, hujan turun dengan derasnya,
membasahi bumi yang tandus yang sudah lama merindukannya.


Malik
bin Dinar dan Tsabit Al Bunani pun terheran-heran dan kau pasti juga heran
bukan? Aku, seorang budak miskin harta, yang hitam pekat, mungkin lebih pekat
dari malam-malam yang kulalui. Hanya manusia biasa, tapi aku menjadi sangat
luar biasa karena doaku yang makbul dan malam-malam yang kupenuhi dengan
tangisan dan taqarrub pada-Nya.

Wahai
orang-orang yang masih saja terpejam,
Penghujung
malam adalah detik-detik termahal bagiku, Imam Nawawi. Suatu hari muridku
menanyakan kepadaku, bagaimana aku bisa menciptakan berbagai karya yang banyak
? Kapan aku beristirahat, bagaimana aku mengatur tidurku ? Lalu kujelaskan
padanya, "Jika aku mengantuk, maka aku hentikan sholatku dan aku bersandar
pada buku-bukuku sejenak. Selang beberapa waktu jika telah segar kembali, aku
lanjutkan ibadahku."


Aku
tahu kau pasti berpikir bahwa hal ini sangat sulit dijangkau oleh akal sehatmu.
Tapi lihatlah, aku telah melakukannya, dan sekarang kaubisa menikmati
karya-karyaku.


Wahai
orang-orang yang tergoda…………

Begitu
kuatkah syetan mengikat tengkuk lehermu saat kau tertidur pulas? Ya, sangat
kuat, tiga ikatan di tengkuk lehermu !! Dia lalu menepuk setiap ikatan itu
sambil berkata, "Hai manusia, Engkau masih punya malam panjang, karena itu
tidurlah !!".
Hei,
Sadarlah, sadarlah, jangan kau dengarkan dia, itu tipu muslihatnya ! Syaithan
itu berbohong kepadamu. Maka bangunlah, bangkitlah, kerahkan kekuatanmu untuk
menangkal godaannya. Sebutlah nama Alloh, maka akan lepas ikatan yang pertama.
Kemudian, berwudhulah, maka akan lepas ikatan yang kedua. Dan yang terakhir,
shalatlah, shalat seperti kami, maka akan lepaslah semua ikatan-ikatan itu.


Wahai
orang-orang yang masih terlelap………

Masihkah
kau menikmati malam-malammu dengan kepulasan? Masihkah? Adakah tergerak hatimu
untuk bangkit, bersegera, mendekat kepada-Nya, bercengkerama dengan-Nya,
memohon keampunan-Nya, meski hanya 2 rakaat? Tidakkah kau tahu, bahwa Alloh
turun ke langit bumi pada 1/3 malam yang pertama telah berlalu. Tidakkah kau
tahu, bahwa Dia berkata, "Akulah Raja, Akulah Raja, siapa yang memohon
kepada-Ku akan Kukabulkan, siapa yang meminta kepada-Ku akan Kuberi, dan siapa
yang memohon ampun kepada-Ku akan Ku ampuni. Dia terus berkata demikian, hingga
fajar merekah.

Wahai
orang-orang yang
terbujuk rayu dunia………..

Bagi
kami, manusia-manusia malam, dunia ini sungguh tak ada artinya. Malamlah yang
memberi kami kehidupan sesungguhnya. Sebab malam bagi kami adalah malam-malam
yang penuh cinta, sarat makna. Masihkah kau terlelap ? Apakah kau menginginkan
kehidupan sesungguhnya ? Maka ikutilah jejak kami, manusia-manusia malam. Kelak
kau akan temukan cahaya disana,
di waktu sepertiga malam. Namun jika kau masih ingin terlelap, menikmati
tidurmu di atas pembaringan yang empuk, bermesraan dengan bantal dan gulingmu,
bergeliat manja di balik selimutmu yang demikian hangatnya, makasurat cinta kami ini
sungguh tak berarti apa-apa bagimu.

Semoga
Allah mempertemukan kita disana…..
di surga-Nya, mendapati dirimu dan diri kami dalam kamar-kamar yang sisi
luarnya terlihat dari dalam dan sisi dalamnya terlihat dari luar. Semoga…[-o<  Alloh  Selalu  Mencurahkan  Kasih  Sayang Nya  Kepada Q-ta Semua. Amiiin Yaa Robbal ‘Aaalamiin.

Wassalamu’alaikum
warahmatullahi wabarakatuh


Nasihat Rasulullah SAW kepada Ali


Berikut adalah kutipan dari berbagai sumber mengenai wasiat-wasiat dari Nabi Muhammad SAW, untuk Ali bin Abi Thalib ra. wasiat itu juga untuk kita semua bila mengaku sebagai umat Nabi SAW dan pecinta Ahlul Bait, Wasiat ini ini bersumber dari Imam Ja’far Ash-Shadiq dari ayahnya Imam Muhammad Al-Baqir, dari ayahnya Imam Ali Zainal Abdidin, dari ayahnya Imam Husein, dari ayahnya Ali bin Abi Thalib (ra).

Dalam wasiatnya kepada Imam Ali bin Abi Thalib (ra) Rasulullah saw bersabda:
“Wahai Ali, aku wasiatkan padamu suatu wasiat, maka jagalah wasiatku ini. Kamu akan selalu berada dalam kebaikan selama kamu menjaga wasiatku ini.”

“Wahai Ali, barangsiapa yang menahan amarahnya padahal ia mampu menunaikannya, Allah akan menjamin baginya keamanan dan keimanan sehingga dengannya ia mendapat kenikmatan pada hari kiamat.”

“Wahai Ali, barangsiapa yang belum memperbaiki wasiatnya saat menjelang kematiannya, ia memiliki kekurangan dalam kehormatan dirinya (marwah) dan ia tak layak mendapat syafa’at.”

“Wahai Ali, perjuangan yang paling utama adalah orang yang tidak berduka karena kezaliman seseorang.”

“Wahai Ali, barangsiapa yang lisannya ditakuti oleh manusia, maka ia adalah penghuni neraka.”

“Wahai Ali, manusia yang paling buruk adalah orang yang dimuliakan oleh manusia karena takut pada keburukannya.”

“Wahai Ali, manusia yang paling buruk adalah orang yang menjual akhiratnya dengan dunianya. Lebih buruk lagi dari itu orang yang menjual akhiratnya dengan dunia orang lain.”

“Wahai Ali, barangsiapa yang tidak menerima alasan orang yang ingin melepaskan diri (dari dosa, pidana; ini penjelasan dlm kitab Al-Bihar), benar atau dusta, maka ia tidak akan mendapat syafaatku.”

“Wahai Ali, sesungguhnya Allah Azza wa Jalla lebih mencintai dusta untuk kemaslahatan dan lebih membenci kejujuran dalam kerusakan.”

“Wahai Ali, barangsiapa yang meninggalkan khomer karena selain Allah, maka Allah akan memberinya minuman khomer yang murni (Ar-Rahiqil makhtum, lihat QS 83: 25).
Kemudian Imam Ali (ra) bertanya: Karena selain Allah?? Rasulullah Saw menjawab: “Ya, untuk menjaga dirinya, Allah bersyukur padanya atas hal itu.”

“Wahai Ali, peminum khomer seperti penyembah berhala. Wahai Ali, orang yang minum khomer, Allah azza wa jalla tidak menerima shalatnya selama empat puluh hari. Dan jika ia mati maka matinya mati kafir”

“Wahai Ali, setiap yang memabukkan hukumnya haram, dan setiap yang memabukkan dalam kapasitas yang banyak maka seteguk pun darinya hukumnya haram.”

“Wahai Ali, semua dosa terjadinya di dalam rumah, dan kuncinya adalah minuman khomer.”

“Wahai Ali, akan datang pada peminum khomer suatu saat ia tidak mengenal Tuhannya azza wa jalla.

“Wahai Ali, memindahkan gunung-gunung yang tak bergerak lebih mudah ketimbang memindahkan kekuasaan yang saatnya berakhir, tidak kurang dari beberapa hari.”

“Wahai Ali, orang yang tidak bermanfaat agama dan dunianya, maka tidak ada kebaikan bagimu dalam majlis-majlisnya. Dan barangsiapa yang tidak menjaga hakmu, maka kamu tidak wajib menjaga haknya dan kehormatannya.”
(Biharul Anwar 77: 46-47)

Ali bin Abi Thalib berkata : “Bahwa Rasulullah berwasiat kepadaku dengan sabda beliau :

“Ya Ali! Aku berwasiat kepadamu dengan sesuatu wasiat, maka jagalah dia baik-baik, kerana selama engkau memelihara wasiat ini nescaya engkau akan tetap berada dalam kebaikan.

“Ya Ali! Bagi orang mukmin itu ada tiga tanda :Melakukan solat, berpuasa dan berzakat. Dan bagi orang munafik ada pula tiga tandanya : Pura-pura sayang bila berhadapan, mengumpat di belakang dan gembira bila orang lain mendapat musibah.”

“Bagi orang zalim ada tiga cirinya : Menggagahi orang bawahannya dengan kekerasan, orang diatasnya dengan kedurhakaan dan melahirkan kezalimannya secara terang-terangan”.

“Bagi orang riya’ ada tiga tandanya : rajin bila di depan orang ramai, malas bila bersendirian dan ingin dipuji untuk semua perkara”

“Bagi orang munafik ada tiga tandanya : Bohong bila berkata, mengingkari bila berjanji dan khianat apabila dipercaya”.

“Ya Ali, bagi orang pemalas ada tiga tanda : menunda-nundakan waktu, mensia-siakan kesempatan dan melalaikannya sampai berdosa.”

“Dan tidak patut orang berakal menonjolkan dirinya kecuali tiga perkara : berusaha untuk penghidupan atau mencari hiburan dalam sesuatu perkara yang tidak terlarang atau mengenangkan hari akhirat”.

“Ya Ali! Diantara bukti orang yang percaya kepada Allah ialah tidak mencari kerendahan seseorang dengan kemurkaan Allah, tidak menyanjung seseorang atas nikmat yang diterima, dan tidak mencela sesorang bila tidak mendapat nikmat Allah. Ingatlah bahwa rizki tidak dapat diraih oleh orang yang sangat tamak mendapatkannya, dan tidak pula dapat dielak oleh orang yang tidak menyukainya. Allah telah menjadikan nikmat karunia dan kelapangan itu dalam yakin dan ridho dengan pemberian Allah dan Ia menjadikan kesusahan dan kedukaan itu dalam murka terhadap rezeki yang telah ditentukan oleh Allah

“Ya Ali! Tidak ada kefakiran yang lebih hebat daripada kebodohan, tidak ada harta yang lebih berharga daripada akal, tiada kesepian yang lebih sunyi daripada ujub (Kagum kepada diri sendiri), tiada kekuatan yang lebih kuat daripada musyawarah, tiada iman keyakinan, tiada wara’ yang lebih baik daripada menahan diri, keindahan seindah budi pekerti dan tidak ada ibadah yang melebihi tafakkur.

“Ya Ali! Segala sesuatu itu ada penyakitnya. Penyakit bicara adalah bohong, penyakit ilmu lupa, penyakit ibadah adalah riya’, penyakit budi pekerti adalah memuji, penyakit berani adalah agresif, penyakit pemurah adalah menyebut-nyebut pemberian, penyakit cantik adalah sombong, penyakit bangsawan adalah bangga, penyakit malu adalah lemah, penyakit mulia adalah menonjolkan diri, penyakit kaya adalah bakhil, penyakit royal (mewah) adalah berlebih-lebihan dan penyakit agama adalah hawa nafsu”.

“Ya Ali! Apabila engkau disanjung orang, bacalah kalimat ini : Ya Allah, jadikanlah aku lebih baik daripada apa yang mereka katakan. Ampunilah dosaku apa yang mereka tidak ketahui, dan janganlah aku disiksa tentang apa-apa yang mereka katakan.

“Ya Ali! Apabila engkau puasa sampai petang, maka ucapkanlah dikala engkau berbuka : “Untuk-Mu lah aku berpuasa dan dengan rezeki-Mu lah aku berbuka.” Nescaya dituliskan bagimu pahala orang puasa pada hari itu dengan tidak kurang sedikit pun daripada pahala mereka Ketahuilah, bahwa bagi setiap orang yang berpuasa itu ada doa yang diperkenankan. Maka jika ia pada permulaan suapannya waktu makan mengucapkan : “Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang, wahai Tuhan Yang Maha Luas pengampunan-Nya, ampunilah aku.” nescaya diampuni dosanya. Ketahuilah bahwa puasa itu adalah perisai yang akan menangkis bahaya api neraka.

“Ya Ali! perbanyakkanlah membaca surah Yaasin kerana didalamnya terdapat sepuluh macam barokah. Tiada orang yang membacanya waktu lapar (puasa) kecuali kenyang, tiada yang haus kecuali lepas hausnya, tiada yang bertelanjang kecuali peroleh pakaian, tiada yang sakit melainkan sembuh, tiada yang takut kecuali aman, tiada yang dipenjarakan melainkan lepas, tiada yang bujang melainkan kawin, tiada musafir melainkan matanya terang dalam perjalanan, tiada orang yang hilang barangnya melainkan menemukannya, tidak dibacakan keatas orang yang hampir tiba ajalnya melainkan diringankan baginya. Barangsiapa membacanya ketika subuh nescaya ia akan aman sampai petang dan barangsiapa yang membacanya di waktu petang nescaya ia akan aman sehingga ke pagi.

“Ya Ali! Bacalah surah ad-Dukhan pada malam Jumaat nescaya Allah memberi keampunan kepadaMu.

“Ya Ali! bacalah surah Hasyr nescaya engkau akan berkumpul pada hari kiamat dalam keadaan aman dari sesuatu.

“Ya Ali! bacalah surah al-Mulk dan as-sajdah nescaya engkau diselamatkan Tuhan dari marabahaya hari kiamat.

“Ya Ali! bacalah surah al-Mulk waktu tidur nescaya engkau selamat dari azab kubur dan dari pertanyaan malikat munkar dan nakir.

“Ya Ali bacalah surah al-Ikhlas dalam keadaan berwudhu’ nescaya engkau akan diseru pada hari kiamat : Hai pemuji Tuhan, bangkitlah, maka kemudian masuklah ke dalam syurga.

“Ya Ali! bacalah surah al-baqarah kerana membacanya itu membawa berokah. Dan tidak mau membacanya itu membawa penyesalan.

“Ya Ali! jangan terlalu lama duduk di bawah cahaya matahari kerana itu akan menimbulkan penyakit lama datang kembali, merusakkan pakaian dan mengubah warna muka.

“Ya Ali! Engkau akan aman dari bahaya kebakaran jika engkau mengucapkan : subhana rabbi lailaha illa anta a’laika tawakkaltu wa anta rabbul ‘arsyil ‘azim.

“Ya Ali! Engkau aman dari was-was syaitan bila engkau baca :
ﻮﺇﺫﺍ ﻗﺮﺃﺖ ﺍﻠﻗﺮﺁﻥ ﺟﻌﻠﻨﺍ ﺑﻴﻨﻚ ﻭﺑﻴﻥ ﺍﻠﻨﻴﻥ ﻻ ﻴﺆﻤﻨﻭﻥ.. (surah al-Isra’ : 45-46)

“Ya Ali! apabila engkau berdiri di depan cermin maka ucapkanlah : Ya Allah sebagaimana Engkau telah mengindahkan kejadianku maka indahkanlah pula budi pekertiku dan berikanlah aku rezeki.

“Ya Ali! apabila engkau keluar dari rumah untuk sesuatu hajat keperluan maka bacalah ayat kursi nescaya hajat engkau insyaAllah sampai.

“Ya Ali lakukanlah solat ditengah malam sebentar walaupun sesingkat kadar waktu memerah susu kambing dan berdoalah kepada Allah di waktu sahur.

Bertanya Tentang Cinta



Aku bertanya pada alam semesta tentang arti “CINTA”, lalu satu demi satu mereka menjawab…
Bumi menjawab:
“CINTA adalah hamparan tempat tumbuh segala bahagia dan harapan akan itu. Ia memang diinjak dan dihinakan, tetapi ia tak peduli. Pikir Cinta hanya memberi, dan itu sajalah inginnya.”
Air menjawab:
“CINTA adalah hujan yang menumbuhkan benih-benih rasa kesukaan, kerelaan akan keterikatan, kerinduan dan kesenduan, atau samudera kasih yang luas sebagai naungan segala perasaan
Api menjawab:
“CINTA adalah panas yang membakar segala, ia memusnahkan untuk dapat hidup dan menyala. Demi merasakannya, makhluk rela terbakar dalam amarah dan kedurhakaan.”
Angin menjawab:
“CINTA adalah hembusan yang menebar sayang tanpa tahu siapa tujuannya. Orang bilang ia buta, sebab itu inginnya. Ia tak terlihat, tapi tanpanya segala raga akan hampa.”
Langit menjawab:
“CINTA adalah luasan tanpa batas. Luasnya tiada makhluk yang tahu. Kecuali bahwa cinta itu bahagia yang biru, atau derita kelam yang kelabu
Matahari menjawab:
“CINTA adalah hidup untuk memberi energi kehidupan dan cahaya harapan. Ia tak akan lelah memberi sampai ia padam dan mati.”
Pohon menjawab:
“CINTA adalah akar yang menopang segalanya. Ia tulus hingga tak perlu terlihat dan dikenal. Tapi ia terus memberi agar batang bahagia tetap kokoh abadi, berbuah dan berbunga indah.”
Gunung menjawab:
“CINTA adalah rasa yang menjulang tinggi. Rasa itu demikian tenang dan menyejukkan. Namun saat gundah, Ia akan meleburkan sekelilingnya dengan lautan lava cemburu yang membara.”
Lalu, Aku bertanya pada CINTA:
“Wahai CINTA, apakah sebenarnya arti dirimu??”
CINTA menjawab:
“CINTA adalah engkau patuh terhadap-Nya, meski kau tak melihat-Nya. Engkau tidak mencium-Nya atau meraba-Nya, tapi engkau patuh karena engkau merasa akan hadir-Nya. Sebab CINTA bukan indera, tapi adalah rasa.”
“CINTA adalah engkau takut akan amarah-Nya, dan takut jika Ia meninggalkanmu. Takut jika Ia tak menyukaimu lagi. Lalu engkau mencari-cari alasan untuk selalu dekat dengannya, bahkan jika engkau harus menderita, atau yang lebih mengerikan dari itu.”
“CINTA adalah engkau menyimpan segala harapan pada-Nya dan tidak pada yang lain. Engkau tidak mendua dalam harapan, dan demikian selamanya. Cinta adalah engkau setia menjadi budak-Nya, yang engkau hidup untuk-Nya dan mati untuk kesukaan-Nya akan dirimu, hidup dan mati untuk Dia. Engkau berusaha sekerasnya agar engkau diakui, hanya sebagai budak, sebagai hamba.”
“Diatas segalanya, CINTA adalah engkau merasa kasih sayang yang tunggal yang tidak engkau berikan pada yang lain, selain pada-Nya. Engkau rindu akan hadir-Nya dan melihat-Nya. Engkau suka apa yang Ia sukai dan benci apa yang Ia benci, engkau merasakan segala ada pada-Nya dan segala atas nama-Nya.”
Aku lantas bertanya pada CINTA:
“Bisakah aku merasakannya?”
Sambil berlaru CINTA menjawab:
“Selama engkau mengetahui hakikat penciptaanmu dan bersyukur dengan apa yang Dia beri, maka itu semua akan kau rasakan, percayalah padaku tambahnya….”
Aku pun Berteriak, “Wahai KAU SANG MAHA PECINTA terimalah cintaku yang sederhana ini, izinkanlah aku merasakan cintaMu yang Maha Indah…”

Always Be There

Allahuakbar… 

If you ask me about Allah 
And what I know about it 
I’ll answer will be .....

It’s everything about Allah 
The pure love to our soul 
Who have created you and me, 
The heaven and whole universe 
The One that made us hold and free 
The Guardian of His True believers 

So when the time gets hard 
There’s no way to turn 
As He promises to you 
He’ll always be there 
To bless us with His love and His mercy coz 
As He promises to you 
He’ll always be there 

He’s always watching us, guiding us 
And He knows what’s in our little heart 
So when you lose your way to Allah 
You should turn 
As He promises to you He’ll always be there ...

Could bring the sun from the darkness 
Into the light 
Subhanallah 
Capable of everything 
Should never feel afraid of anything 
As long as we follow His guidance 
All the way through a short time 
We have in this life 
Soon it’ll all be over 
And we’ll be in His heaven 
And we’ll all be fined 

So when the time gets hard 
There’s no way to turn 
As He promises to you 
He’ll always be there 
To bless us with His love and His mercy coz 
As He promises to you 
He’ll always be there 
He’s always watching us, guiding us 
And He knows what’s in our little Heart 
So when you lose your way to Allah 
You should turn 
As He promises to you He’ll always be there 

Allahuakbar




Album : thank you ALLAH
Munsyid : Maher Zain
http://liriknasyid.com